Wednesday, July 5, 2017

Pelarian RIzieq Shihab Berakhir. Pemerintah Arab Saudi Akan Mendeportasi Sang Buron

Begitu simpang siur berita dan cerita tentang petualangan kabur Pentolan Front Pembela Islam ke Saudi Arabia.

Cerita diawali dengan alasan berumroh bersama seluruh keluarga yang awalnya dikatakan adalah undangan dari Raja Salman kemudian cerita berubah menjadi hadiah perjalanan dari Prabowo karena dukungan dan bantuan RIzieq Shihab memenangkan Anies Baswedan di ajang Pilkada Jakarta. Dan terakhir adalah umroh hanya alasan dia untuk menghindari panggilan dari polisi sebagai saksi dari kasus balada cinta rizieq Shihab yang mentah-mentah ditolak oleh 7 juta umatnya dan keukeuh bahwa itu hanya fitnah.

Baca Juga: Tim Anies-Sandi Mulai Saling Sikat Di Medsos, Rebutan Jabatan Nih Yee

Masa umroh selesai, seyogyanya dia pulang ke Indonesia namun tidak pernah kunjung tiba. Cerita mulai direka. Mulai dari merasa dikriminalisasi pemerintah Indonesia, lalu tersebar ceramah-ceramah dia di Saudi Arabia yang terus menyerang pemerintah Indonesia, lalu permintaan penyambutan kedatangannya di Jakarta dan menyerukan penutupan bandara Soekarno Hatta,  lalu cerita tentang unlimited visa dia, sampai berita terakhir kuasa hukum dia yang gila mengaku telah mengirimkan surat ke presiden Indonesia untuk mencabut kasus pornografi Rizieq Shibab dengan dasar hukum yang dia ciptakan.

Baca Juga: Kaesang Dilaporkan ke Polisi Dengan Tuduhan Penodaan Agama

Tapi apa mau dikata, kebenaran hanya milik orang yang benar dan kesalahan hanya milik orang yang salah. Dan pemerintah Indonesia selama masa Sang Imam Besar kabur-kaburan, hanya bertindak diam. Ya, memang ada cerita tentang ancaman akan dicabutnya passport dia, tapi tidak dilakukan karena ini akan membentur hukum internasional, lalu cerita akan disusul dan diseret paksa, tapi tidak ada fakta yang menguatkan berita. Sampai akhirnya berita yang mengatakan bahwa pemerintah Indonesia hanya akan menunggu dia di deportasi saja.

Ditengah berita-berita itu, tiba-tiba berbondong-bondong tokoh-tokoh nasional yang bersebrangan dengan pemerintah melakukan umroh mulai dari Sandiaga Uno sampai Amien Rais. Semuanya tiba-tiba harus umroh pada masa yang bersamaan dan tersebar foto-foto pertemuan mereka dengan Sang Imam Besar yang disinyalir sebagai pemegang kunci surganya Pilkada Jakarta.

Hari ini saya menemukan berita di youtube tentang pendeportasian Rizieq Shihab ke Indonesia jika visa dia habis dan dia melakukan over stay di Arab Saudi. Lucunya video yang saya temukan ini diunggah pada tanggal 6 june 2017, namun sampai hari inipun berita seputar upaya Rizieq Shihab untuk tidak pulang ke Indonesia masih begitu ramai diberitakan.

Direktur Jendral Imigrasi Kementerian dan HAM, Ronny Sompi, memastikan Rizieq Shihab akan dideportasi  dari Saudi Arabia dan kembali ke Indonesia. Pendeportasian itu dikarenakan visanya di Arab Saudi telah habis. Menurut Sompi, bila visa Rizieq Shihab telah habis dan belum juga kembali ke Indonesia, pemerintah Arab Saudi akan menyerahkan Rizieq Shihab ke pemerintah Indonesia melalui Duta Besar di Arab Saudi.

Baca Juga: 212 Pendukung Buni Yani Tak Juga Datang Hingga Sidang Usai

Ronny Sompi menambahkan untuk penyelesaian masalah Rizieq Shihab, dirjen imigrasi perlu pegangan surat resmi dari penyidik sehingga memiliki dasar upaya pemulangan WNI yang dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang dan juga dapat mencabut passport DPO tersebut. “Kalau visa yang dimiliki oleh Pak Habib Rizieq, itu visa yang diberikan oleh negara tujuan melalui dubesnya. Ngga ada urusannya imigrasi dengan visa tersebut. Kalau visanya habis masa berlaku maka dia over stay, dia akan ditolah sendiri oleh imigrasi setempat (negara yang dikunjungi). Kita tinggal menunggu deportasinya, itu biasanya ada kerja samanya. Jadi ngga perlu dipikirkan kalau habis visanya, pasti yang memiliki visa itu menyadari,…”

Ah, sekarang saya paham. Pencabutan passport terhadap Rizieq Shihab akan dilakukan setelah posisi Rizieq ada didalam negara Indonesia. Seperti saya tulis diatas, jika pencabutan dilakukan pada Rizieq yang posisinya masih diluar teritori Indonesia, ini akan bertentangan dengan hukum Internasional yang melarang siapapun untuk tidak memiliki kewarganegaraan. Artinya, begitu Rizieq Pulang ke Tanah Air dan passportnya di cabut, mau kabur ke Malaysia atau Singapura saja dia tidak akan bisa.

Sebegitu mudahnya untuk memahami peraturan tentang visa ini tapi begitu mudah pula media-media memberitakan setiap omongan para kuasa hukum rizieq Shihab yang “sok iye” tentang hal-hal yang mustahil tentang mukjizat Seorang Rizieq Shihab yang bisa memiliki unlimited visa atau ijin tinggal yang bisa dia dapat lewat jalan belakang melalui teman-temannya di Arab Saudi.

Berita video ini diunggah tanggal 6 Juni, visa Rizieq habis tanggal 12 Juni, hari ini tanggal 23 Juni, Rizieq Shihab sudah over stay di Arab Saudi selama 11 hari. Bisa saja dia tidak pulang dan menjadi penduduk ilegal di Arab Saudi. Itu banyak dilakukan oleh TKI-TKI yang kabur dari majikan atau yang tidak mau pulang ke Indonesia. Namun jika Rizieq Shihab berani melakukan itu, artinya ke 18 anggota keluarganya pun akan melakukan hal yang sama.

Harusnya Polisi dan imigrasi menangkap Rizieq Shihab di Bandara. Apalagi jika pihak penyidik memeberi surat pegangan pada pihak imigrasi untuk dasar pencabutan passport dan RIzieq Sudah jelas dan resmi masuk dalam daftar pencarian orang. Kalau sampai Rizieq Shihab lolos dari Bandara, berarti ada dua kemungkinan: FPI yang sangat licik dan licin mampu menyelundupkan seorang Rizieq Shihab dari Bandara tanpa ketahuan atau ada kerja sama antara orang dalam dengan orang FPI untuk meloloskan dia.

Sumber: https://seword.com/politik/pelarian-rizieq-shihab-berakhir-pemerintah-arab-saudi-akan-mendeportasi-sang-buron-para-kuasa-hukum-sang-imam-yang-sok-iye-mau-bilang-apa/

Tim Anies-Sandi Mulai Saling Sikat Di Medsos, Rebutan Jabatan Nih Yee

Kelakuan orang yang gila jabatan itu memang tidak jauh dari keributan, saling serang dan saling sikat satu sama lainnya. Ini fakta yang tak terbantahkan. Anies-Sandi dulu kerap bikin keributan selama masa pilkada DKI 2017 karena mereka gila jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Jadi harap maklum.

Kini aura gila jabatan mereka mulai menular ke para tim dibawahnya. Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Belum mulai menjabat sudah ribut, bagaimana kalau sudah dilantik nanti jadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI? Bisa cakar-cakaran, gontok-gontokkan, gigit-gigitan.

Baca Juga: Pelarian RIzieq Shihab Berakhir. Pemerintah Arab Saudi Akan Mendeportasi Sang Buron


Anies-Sandi kini mulai kena batunya, bagaikan makan buah simalakama, maju kena, mundur kena. Ramai-ramai timnya yang dulu merasa paling berjasa memenangkan mereka kini pada ribut satu sama lain, merasa paling tahu segalanya, saling serang dan saling sikat demi jabatan, demi ego agar dianggap paling berjasa.

Mulai dari Ahmad Dhani, artis yang sudah tidak laku lagi di blantika musik nasional, lalu putar haluan dengan terjun ke dunia politik, namun tidak laku juga, lalu banting setir bisnis kuliner, sami mawon tidak laku juga, kini tanpa punya malu lagi menawarkan diri dengan mengemis jabatan minta jadi pengurus Museum segala.

Alih-alih dapat jabatan agar asap dapur tetap mengepul, malah kena embat dari Sudirman Said, sang Ketua Tim Sinkronisasi untuk Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang menolak mentah-mentah bahwa Ahmad Dhani dan bininya Mulan Jameela itu adalah bagian dari Tim Transisi.

Baca Juga: 212 Pendukung Buni Yani Tak Juga Datang Hingga Sidang Usai

“Mereka tidak ada di tim, baik di Tim Pengarah, Tim Pakar, maupun Tim Sinkronisasi. Kami memang membuka masukan dari banyak pihak, tapi tidak semua pemberi ide tercatat dalam struktur resmi,” ujar Sudirman Said ketus.

Ahmad Dhani pun meradang, ngambek dan muring-muring kayak wanita hamil muda yang ngidam kedongdong tidak kesampaian karena merasa perjuangannya yang berdarah-darah selama ini dalam dunia persilatan Pilkada DKI 2017 tidak diakomodir di Tim Sinkronisasi.

Kasihan, sudah bela mati-matian Anies-Sandi dengan memfitnah Ahok tiada henti, tapi tidak dapat apa-apa, cuma ketiban DOSA doang. Kapokmu kapan?

Niatannya mau kavling-kavling proyek abal-abal dengan dalih ingin menjadikan Jakarta sebagai kota museum bersama dengan Fadli Zon itu kini punah tidak.berbekas karena ditelikung Sudirman Said yang bilang bahwa semua ide yang masuk belum tentu langsung jadi kebijakan Anies-Sandi.

Selain Ahmad Dhani yang muring-muring tidak karuan, ternyata banyak dari mereka para kaum bumi peang, kaum sesapian dan kaum titik-titik yang juga mulai saling sikat satu sama lain karena merasa jasa mereka paling besar memenangkan Anies-Sandi dalam pilkada DKI 2017.

Tanpa urat malu, muka tembok, kulit badak, mereka saling sikat dan saling serang satu sama lainnya. Tentu saja saya sebagai warga DKI tidak rela uang Pajak yang saya setor ke.negara dipakai buat menggaji para tuyul yang tidak punya rasa malu

Kita yang waras menyikapi fenomena yang memalukan ini dengan lucu. Tim Sinkronisasi mereka sudah kayak pasar yang penuh sampah dan laler serta gerombolan preman gembel yang siap gebuk satu sama lain di antara mereka yang berteriak menagih janji.

Anies-Sandi mestinya punya tanggung jawab moral untuk menampung semua keinginan mereka. Siapa suruh mau jadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Berani berbuat, berani bertanggung jawab.

Kita buktikan saja, mampukah Anies-Sandi mengelola jakarta selama lima tahun ke depan dengan kondisi tim di bawah mereka yang kini mulai kampungan, liar, gila jabatan, saling berteriak sahut menyahut tidak karu-karuan, persis seperti para penyamun dan gengster ala Yakuza. Mau dibawa kemana Jakarta ini?

Siapapun mereka yang kini saling ribut jabatan dalam tim Anies-Sandi tentunya pasti punya misi dan tujuan masing-masing. Ibaratnya, tidak ada makan siang gratis. Yang penting program OKE-OCE Ogah Kerja Ogah Cape jalan terus, semua permasalahan bisa diselesaikan lewat program yang mantap surantap itu, pasti sukseslah.

Baca Juga: Kaesang Dilaporkan ke Polisi Dengan Tuduhan Penodaan Agama 

Namun satu hal yang mereka lupa, APBD masih di kunci Ahok dengan Password yang tembusannya ke KPK dan BPK.

Sumber: https://seword.com/politik/tim-anies-sandi-rebutan-jabatan/

Kaesang Dilaporkan ke Polisi Dengan Tuduhan Penodaan Agama

Saya kira ini awalnya cuma hoax yang beredar di Youtube sejak sore tadi. Tahu kan Anda suka ada akun di Youtube yang judul dan isinya clickbait banget untuk menarik jumlah viewers. Tapi sebuah berita di Kumparan malam ini cukup mengagetkan saya. Ternyata betul ada yang melaporkan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, dengan tuduhan penodaan agama gara-gara sebuah vlog #BapakMintaProyek yang Ia unggah di Youtube beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 212 Pendukung Buni Yani Tak Juga Datang Hingga Sidang Usai

Pelapornya seorang pria bernama Muhammad Hidayat S. Ia membuat aduan ke Polres Metro Bekasi Kota. Dan tuduhan yang Ia berikan ke Kaesang menurut saya cukup serius yakni penodaan agama dan ujaran kebencian SARA. Pelaporan itu dilakukan 2 Juli 2017 pukul 9 malam.

Baca Juga: Pelarian RIzieq Shihab Berakhir. Pemerintah Arab Saudi Akan Mendeportasi Sang Buron

Kapolres Bekasi Kota Kombes Hero Hendriarto yang dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut meski tidak merinci lebih lanjut.

Baca Juga: Tim Anies-Sandi Mulai Saling Sikat Di Medsos, Rebutan Jabatan Nih Yee

Dari video yang beredar di Youtube, ada 6 hal yang dianggap oleh pelapor dilakukan oleh Kaesang sebagai sesuatu yang menodakan agama dan merupakan ujaran kebencian.

Sumber: https://seword.com/media/kaesang-dilaporkan-ke-polisi-dengan-tuduhan-penodaan-agama-dasar-ndeso/

212 Pendukung Buni Yani Tak Juga Datang Hingga Sidang Usai

Sebelumnya sebuah pesan masif beredar di media sosial. Pesan tersebut berisi tentang pemberitahuan dari Aliansi Pergerakan Islam (API) yang ditujukan kepada Kapolrestabes Bandung. Pesan yang terkait dukungan untuk Buni Yani pada sidang lanjutan kasus ITE di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (4/6/2017).

Isi pesan yang beredar itu adalah urutan jadwal kegiatan yang rencananya akan dilakukan oleh API dan massa pendukung Buni Yani.

Baca Juga: Kaesang Dilaporkan ke Polisi Dengan Tuduhan Penodaan Agama


Berdasarkan pesan tersebut, massa yang akan datang ke Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan untuk mendukung Buni Yani berjumlah 212 orang. Hmm lagi-lagi angka ini yang dijual, selalu mengekploitasi aksi 212.

Berikut isi lengkap pesan yang beredar di sosial media tersebut.

Pemberitahuan dan Undangan*

Bukti Tanda Terima Surat Pemberitahuan dari API Jabar ke Kapolrestabes Bandung terkait acara besok Selasa, 4 Juli 2017 dari jam 04.00 s.d selesai dg Rundown acara sbb:
*04.00-06.00* : Sholat Shubuh berjama’ah di Masjid Istiqomah Bandung Jl. Citarum Bandung (waktu Shubuh jam 04.39)

Baca Juga: Tim Anies-Sandi Mulai Saling Sikat Di Medsos, Rebutan Jabatan Nih Yee

Penceramah:
*1. KH. Abdul Qohar Al Qudsi (Ketua DPD FPI Jabar)*
*2. Ust. Asep Syaripudin (Koordinator API Jabar)*
*3. Beberapa penceramah masih konfirmasi*

*06.00-07.30* : Sarapan pagi dan Persiapan aksi

*07.30-08.00* : Longmarch ke Kejati Jabar

*08.00 s.d selesai* : Silaturrahim Ke Kepala Kejati Jabar Jl. LL. RE. Martadinata no. 54 Bandung bersama *212 orang* perwakilan Ulama, ajengan, Ustadz dan tokoh Jabar serta aktivis Pejuang Penegak Keadilan Hukum.

*09.00 s.d selesai* : menghadiri dan mengawal persidangan Buni Yani yg ke-3 dg agenda persidangan *Tanggapan JPU atas Eksepsi/ Keberatan Terdakwa (Buni Yani).*
Tempat Persidangan tentatif

*Informasi*
Untuk Rizal
Akh Catur Abdul Aziz 081221826856
Akh Wawan Gunawan 081221003672

Untuk Nisa
Ukht Nelly 085871708805

*Catatan:*
Bagi yg mau datang sejak malam ini untuk mabit di Masjid Istiqomah Bandung dipersilahkan

*Silahkan SHARE & VIRALKAN*

Namun sayang ratusan orang yang direncanakan bakal hadir pada sidang lanjutan perkara Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (4/7/2017), hingga sidang berakhir ternyata tak kunjung datang.

Buni Yani dan para penasihat hukumnya pun sudah keluar dari gedung persidangan. Saat keluar, Buni Yani terlihat mengenakan kemeja batik dan langsung disambut oleh beberapa kerabatnya.

Meski tidak terlihat massa pendukung Bunk Yani yang datang, pihak kepolisian tetap bersiaga menjaga keamanan.

Buni Yani juga dikabarkan kecewa terhadap majelis hakim. Menurutnya  majelis hakim tidak memberikan kesempatan kepada Buni Yaniuntuk menanggapi kembali tanggapan Jaksa Penuntut Umum terhadap 9 poin eksepsi Buni Yani yang sebelumnya diajukan pada sidang tanggal 20 Juni 2017 lalu.

“Jaksa sudah memberikan dakwaan, jaksa sudah memberikan tanggapan. Harusnya kami dapat satu kesempatan lagi untuk memberikan tanggapan agar sama dua kali menanggapi,” kata Buni Yani di sela-sela sidang yang digelar di gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (4/7/2017).

Meski Buni Yani menyatakan kekecewaannya, namun ketua Majelis Hakim M Saptono menolak permintaan pihak Buni Yani untuk menanggapi kembali tanggapan jaksa.

Menurut Hakim, jika terus menerus saling menanggapi maka persidangan tidak akan berujung.

“Ketentuan dalam KUHAP memang demikian peraturannya. Semua argumen sudah tertuang dan kami akan pertimbngkan,” ujarnya.

Hakim pun memutuskan sidang ditunda dan digelar kembali pada tanggal 11 Juli 2017.

“Agendanya putusan sela majelis hakim,” akunya.

Ditemui seusai persidangan, Aldwin Rahadian, kuasa hukum Buni Yani mengatakan, permintaan untuk menanggapi kembali JPU karena tanggapan tersebut kurang lengkap dan tidak mendetail.

Baca Juga: Pelarian RIzieq Shihab Berakhir. Pemerintah Arab Saudi Akan Mendeportasi Sang Buron

“Tidak lengkap dan tidak terurai. Kami mengingatkan kembali kepada hakim hak menanggapi jaksa atas tanggapannya terhadap eskepsi kami. Tapi hakim beranggapan cukup bisa menerima eksepsi kita,” ucapnya.

Aldwin berharap, majelis hakim bisa menerima eksepsi yang diajukan pihaknya. “Mudah-mudahan hakim mengabulkan eksepsi keberatan Pak Buni Yani,” tandasnya.

Begitulah kelelawar

Sumber: https://seword.com/politik/212-pendukung-buni-yani-tak-juga-datang-hingga-sidang-usai/