Friday, February 10, 2017

Sumarsono: Pak Ahok Kerja Keras dan Patut Dicontoh, Saya Tak Sanggup Menirunya

Beritacas.com - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, memuji kinerja Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Sumarsono, Ahok adalah tipe orang yang suka kerja keras, baik dan mempunyai hitung-hitungan yang sangat baik, sehingga perlu dicontoh.

Baca Lainnya:


Sumarsono mengaku bahwa dirinya tidak sanggup mengikuti gaya Ahok, apalagi menyangkut hitung-hitungan, terlebih jika terkait dalam pengambilan kebijakan terkait anggaran ataupun pendapatan daerah DKI Jakarta.


"Gaya Pak Ahok yang kerja keras patut dicontoh dan itu bagus, dan dia sangat kritis dalam hitung-hitungan. Saya enggak sanggup ikut gaya dia dalam berhitung. Terus terang saya lemah hitung-hitungan," ujar Sumarsono.

Sumarsono yang sebentar sore akan menyudahi tugasnya sebagai Plt. Gubernur DKI dan Ahok Djarot akan kembali bertugas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI berharap kepada Ahok Djarot untuk meningkatkan komunikasi dengan DPRD Jakarta.

"Kita bangunlah, selain tekanan fisik, harus sirami kejiwaannya karena ASN butuh asah, asih, dan asuh. Asah keterampilannya dan posisi gubernur adalah pembinaan. Tegas bagus, perlu dipertahankan, tetapi mereka satu tim dengan gubernur, jadi saya harap bisa lebih nyaman bekerja untuk visi Jakarta baru," ujar Sumarsono.

Sumber: http://www.beritacas.com/2017/02/sumarsono-pak-ahok-kerja-keras-dan.html

Nazaruddin Siap Bantu KPK 'Seret' Fahri Hamzah

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin kembali menyinggung adanya aliran sejumlah uang yang ditujukan kepada Wakil Ketua DPR yang berasal dari fraksi PKS, Fahri Hamzah.

Nazaruddin menyebut bahwa uang yang berasal dari kas Permai Group itu diberikan kepada Fahri oleh mantan anak buahnya yang bernama Yulianis. Menurut Nazar, aliran dana tersebut sempat ditanyakan penyidik saat dia menjalani pemeriksaan sebagai saksi di lembaga anti rasuah itu.

Baca Lainnya:
"Seperti tadi ditanya ada uang dari Permai itu seperti yang dibilang Yulianis ke pak Fahri," kata Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 5 Februari 2016.

Nazar mengaku bahwa dia siap membantu KPK mengungkap sejumlah kasus termasuk aliran dana kepada Fahri tersebut. Nazar mengklaim bahwa saat ini dia merupakan Justice Collaborator KPK.
"Saya tinggal nunggu KPK, saya kan sudah jadi JC, jadi kalau KPK minta saya siap bantu KPK, untuk mendukung KPK lah," ujar dia.

Sebelumnya, Fahri Hamzah, disebut pernah disodori uang US$25 ribu oleh manajemen perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Keterangan itu diungkapkan oleh mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis, saat dihadirkan menjadi saksi untuk terdakwa Anas Urbaningrum, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 18 Agustus 2014.

Pernyataan itu muncul saat salah satu pengacara Anas, Handika Honggowongso, menanyakan perihal adanya inisial FAH dalam catatan keuangan Permai Group.

Yulianis menjelaskan bahwa pertanyaan yang sama pernah diajukan oleh penyidik kepadanya. "Kejadiannya waktu itu adalah saya dipanggil Pak Nazar ke lantai 7 di Tower Permai di Mampang. Saya dipanggil sama Pak Nazar disuruh bawa uang US$25 ribu. Setelah sampai di atas itu ada Pak Fahri Hamzah," kata Yulianis.

Dia menambahkan, awalnya dia tidak mengetahui siapakah Fahri Hamzah, dia baru mengetahuinya dari media televisi. "Tapi, setelah melihat di TV, saya tahu itu Pak Fahri yang dari PKS," ujar Yulianis.

Yulianis mengatakan, pada saat pertemuan itu, Fahri tidak banyak berbicara. Menurut dia, uang yang disimpan di dalam amplop itu, hanya disimpan di meja di depan Fahri. Yulianis sempat meminta Fahri untuk menandatangani tanda terima dalam kas keluar sebagai catatan, namun Fahri hanya tersenyum.

Karena tidak ditanggapi, Nazar kemudian berinisiatif untuk menandatangani kas tersebut. "Sama Pak Nazar itu ditandatangani, cuma dicoret-coret saja," ucap Yulianis.

Dia lalu menanyakan kepada Nazar mengenai keperluan pengeluaran uang tersebut. "Catat saja itu DP pembelian mobil. Tidak terkait dengan proyek," kata Yulianis menirukan perkataan Nazar.

Ketika ditemui saat rehat sidang, Anas Urbaningrum mengatakan bahwa adanya pemberian uang itu tidak ada kaitannya dengan kasusnya. "Pertama, tak ada relevansinya dengan kasus saya dengan persidangan," kata dia.

Anas menjelaskan, dalam keterangannya, Yulianis tidak mengatakan memberikan uang. Melainkan hanya menaruhnya di meja.

Saturday, February 4, 2017

Kata Gus Nuril, Rizieq Jadi Tersangka Itu Hukum Karma,, Gus Nuril Juga Mengungkapkan Fakta Mencengangkan

JAKARTA – Pemuka agama Nuril Arifin Husein atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Nuril menilai status tersangka yang disandang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab merupakan akibat dari apa yang dilakukannya selama ini.

“Setiap orang yang menanam maka dia akan menuai apa yang ditanamnya,” kata Gus Nuril saat dihubungi media ini, Kamis (2/2/2017).

Baca Lainnya:
Slank Gelar Konser, Bimbim : Para Slankers Harus Bersiap-Siap Beraksi Dukung Pak Ahok
Hasil Survey Terbaru, Basuki-Djarot Unggul Telak Diseluruh Wilayah Jakarta!
Rizieq Mau Ajukan Praperadilan, Tapi Kewalahan Karna Laporan Banyak Kali...
2 Tahun Jokowi, Jalan Trans Papua Terhubung Mencapai 3.851 Kilometer, #PapuaTersenyum
AHY Tidak Sadar Malah Sindir SBY, Kok Bisa?
Koplak! SBY Ejek Jokowi Habiskan APBN Buat Jalan Tol, Jokowi : Hambalang Triliunan Apaan?
Breaking News: Sylviana, Cawagub AHY Sudah Jadi Tersangka Korupsi Masjid Al Fauz
Antasari Azhar nilai Ahok yang layak pimpin Jakarta
Antasari Azhar: Jakarta Butuh Pemimpin Cerdas, Pilih Nomor Dua


Gus Nuril mengatakan, dengan status tersangka yang disandangnya membuat masyarakat bisa menilai sendiri jika Rizieq tetaplah manusia biasa.

“Sekarang kita bisa lihat kalau yang katanya imam besar itu adalah manusia biasa yang punya nafsu, kehendak, dan punya keinginan untuk jadi orang kaya,” tutur Budayawan Nahdlatul Ulama itu.

Selain itu, dia berharap masyarakat dapat melihat jika apa yang selama ini diperjuangkan petinggi FPI itu tidak murni berkaitan dengan urusan agama.

“Ternyata juga perjuangannya bukan semata urusan agama makanya perlu dipertanggungjawabkan,” pungkas Gus Nuril.

Diketahui Polda Jawa Barat menetapkan Rizieq sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghinaan terhadap lambang negara, pada Senin (30/1/2017) lalu. (kriminaitas)

Sumber: http://www.panturapos.com/2017/02/kata-gus-nuril-rizieq-jadi-tersangka.html

Mantap... GP Ansor Jember Maafkan Ahok, Provokator Gagal Total

JEMBER - Warga NU memang hebat. Sudah 91 tahun berdiri, NU terbukti ampuh dari berbagai macam propaganda. Warga NU yang kembali diuji dan diadu domba oleh pihak-pihak yang sebenarnya anti NU telah mentah. Setelah KH. Ma’ruf Amin yang memaafkan Ahok, sekarang giliran GP Ansor Jember yang memaafkan Ahok.

Menjadi warga NU memang indah. Kalau ini terjadi sama Rizieq Syihab dan FPI, jangan harap mereka mau memaafkan Ahok. Yang ada mereka akan menggalang aksi. Dari sini kita bisa melihat ormas mana yang dibutuhkan Indonesia. Ormas mana yang membuat Indonesia damai mana yang membuat Indonesia rusuh.


“Terkait pelecehan terhadap Kiai Ma’ruf Amin selaku Rais Aam PBNU, ternyata tak sampai 24 jam (Ahok) sudah minta maaf. Meski saya nilai (permintaan maaf itu) setengah hati. Berhubung Kiai Ma’ruf sudah memaafkan, ya sudah kita maafkan,” ungkap Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi yang disaksikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di kantor Anshor Jember, Kamis (2/2/2017).

Menurut Ayub, permintaan maaf Ahok yang dinilai setengah hati itu karena hingga kemarin Ahok belum meminta maaf secara langsung kepada Ma’ruf Amin.
“Saya kan selalu monitor dari berita-berita di media. Ahok sepertinya tidak minta maaf langsung kepada Kiai Ma’ruf. Hanya Pak Luhut (Menko Kemaritiman), Kapolda (Metro Jaya), dan Pangdam yang menemui beliau,” ujar Ayub.

Menurut Ayub, persoalan tersebut hendaknya diambil sebagai pelajaran oleh semua pihak, agar menjaga sikap dan ucapan. “Itu kan ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa mulutmu harimaumu. Jadi, mari kita sama jaga sikap dan ucapan kita,” ungkap politikus PKB sekaligus Wakil Ketua DPRD Jember itu.

Ketua Satkorwil Banser Jatim, Gus Abid Umar yang turut hadir dalam acara itu menyampaikan pihaknya tidak akan tinggal diam jika marwah ulama dan NKRI dilecehkan. Terkait dugaan pelecehan yang dilakukan Ahok kepada Ma’ruf Amin, pihaknya sebenarnya sudah menahan diri sambil menunggu intruksi (Anshor) pusat.

“Tapi namanya ulama dilecehkan, meski kita sudah berusaha untuk menahan diri, kita juga tidak bisa membendung jika ada dari pihak kita yang mengambil sikap,” ungkap Gus Abid, sapaan akrabnya.

Untuk itu, Gus Abid mengajak semua pihak untuk mengambil pelajaran dari persoalan ini, agar selalu hati-hati saat mengeluarkan ucapan.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, mengajak masyarakat khususnya Banser untuk ikut menjaga Kamtibmas. “Kawan-kawan Banser juga garada terdepan di masyarakat. Mari, jika melihat dan mendengar persoalan sekecil apapun, dibantu untuk segera diselesaikan,” ungkap Kusworo.

“Badai besar itu diawali dari gerimis-gerimis kecil. Saya minta kepada teman-teman Banser, jika melihat gerimis-gerimis kecil (persoalan kecil, red), segera kabarkan ke kita, supaya kita cepat mengambil langkah sekaligus menyelesaikannya,” pungkasnya.

Hahaha. Saya yakin ada pihak yang kejang-kejang mendengar berita ini. Setelah mereka tiba-tiba mendadak NU dan terus menshare konten-konten yang berisi kemarahan warga NU, mungkin sekarang sedang galau. Ternyata provokasinya tidak mempan. Harus mencari cara lain agar kembali memanaskan situasi. Kira-kira seperti itu.

Mungkin mereka mengira warga NU seperti umat Islam sumbu pendek lainnya. Mereka salah besar. NU sangat bertolak belakang dengan mereka. jangan samakan NU dengan mereka. Dari awal saya yakin, situasi akan kembali normal kembali. Warga NU sudah sanggup dewasa dan bijaksana. Jika ada warga NU yang masih marah-marah saya rasa itu bukan warga NU. Dia mungkin salah satu penghuni bumi datar yang mendadak NU. Bisa jadi juga mereka adalah kelompok yang dulu sering membid’ah dan mengkafir-kafirkan amaliyah orang NU.

Warga NU adalah kelompok yang sangat mematuhi apa kata pemimpin NU. Loyalitas warga NU sangat tinggi kepada sesepuh NU. Mereka siap hidup dan mati membela NU. Mereka akan sangat marah jika ada yang menghina pemimpin NU. Namun sebaliknya, mereka akan memaafkan jika pemimpin NU telah memaafkan. Warga NU akan membela mati-matian pemimpin NU, namun mereka mudah memaafkan seperti pemimpin NU. Sungguh indah hidup menjadi bagian dari warga NU.

Kalau sampai sekarang masih ada yang suka menyebarkan berita bahwa GP Anshar Jember akan melakukan aksi, saya katakana orang itu merupakan salah satu dari dua kemungkinan. Pertama, orang itu mungkin pagi ini belum membaca berita ini. Kemungkinan kedua, orang itu sudah membaca berita ini, namun dia tak peduli dan justru malah panik karena provokasinya ternyata gagal total. Untuk yang kedua ini saya jamin dia bukan warga NU. (warta)

Sumber: http://www.panturapos.com/2017/02/mantap-gp-ansor-jember-ahok-maafkan.html

Kasus Habib Rizieq Dan Firza Husein Sudah Ada Titik Terang, Polisi Sudah Periksa 6 Saksi

JAKARTA - Polda Metro Jaya saat ini terus mendalami kasus dugaan chat s*ks yang diduga melibatkan tersangka dugaan kasus makar, Firza Husein dengan Pentolan FPI Habib Rizieq. Hingga kini penyidik telah memeriksa enam orang saksi dalam kasus tersebut.

Enam orang saksi tersebut diduga mengetahui, mendengar maupun melihat, terang dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat 3 Januari 2017.


Menurut keterangan dari Argo, salah satu dari saksi dari enam saksi yang telah diperiksa yaitu ahli digital forensik. Pemeriksan pada ahli digital forensik ini fokus kepada dugaan rekayasa konten gambar yang berbau p*rno yang kini menjadi viral di dunia maya tersebut.

Saksi ahli tentu bakal melihat foto terebut apakah rekayasa atau asli. Untuk hari ini polisi memeriksa ahli antropometri. Menurut Argo, ahli antropometri ini nantinya akan lebih menyoroti pengukuran dimensi tubuh dari konten gambar yang beredar tersebut.

Argo mengatakan, jika konten foto yang telah beredar di media sosial merupakan konten asli, maka Firza dan habi Rizieq maupun pelakuyang menyebarkan informasi tersebut akan dikenakan Pasal 4 UU Nomor 44 Tahun 2008.

Sebelumnya polisi mengaku telah mengantongi barang bukti terkait dengan beredarnya chat mes*um  yang diduga dilakukan oleh Habib Rizieq. Namun sayangnya, polisi tidak menyebutkan secara detail apa saja barang bukti yang dimaksudkan.

Habib Rizieq sudah membantah kebenaran terkait dengan rekaman percakapan dirinya dengan Ketua SSC Firza Husein. Menurutnya rekaman tersebut merupakan fitnah. Menurut Rizieq, Firza juga telah mebantah atas hal tersebut melalui pengacaranya. Yakub Arupalaka.

Rizieq mengaku telah terbiasa dengan segala fitnah yang menerpanya. Namun baru-baru ini beredar sebuah video yang megungkap fakta jika sprei yang nampak pada foto Firza juga memang ada. Kemudian dari keramik kamar mandi dan dindingnya pun sama.

Saat ini mungkin netizen bertanya-tanya tentang kebenaran chat tersebut. Namun untuk lebih jelasnya lag lebih baik kita tunggu saja hasil penyelidikan dari pihak kepolisan. (newsth)

Sumber: http://www.panturapos.com/2017/02/kasus-habib-rizieq-dan-firza-husein.html

Kata I Gede Pasek, Pak SBY Berhentilah Ganggu Presiden Jokowi, Karena Dulu Pak Jokowi Juga Nggak Ganggu Anda

JAKARTA - Mantan kader Partai Demokrat Gede Pasek Suardika meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak mengganggu Presiden Joko Widodo. Pernyataan itu disampaikan Pasek melalui ciutan di media sosial Twitter, Rabu (1/2/2017).

"Berhentilah sudah mengganggu presiden @jokowi Krn dulu @jokowi tidak pernah mengganggu ketika bapak @SBYudhoyono jadi Presiden," tulis Pasek di akun twitternya @G_paseksuardika


Ciutan Pasek itu adalah ciutan ke-14 yang ditulisnya sebagai bentuk tanggapannya terhadap reaksi SBY menanggapi dugaan penyadapan pembicaraan antara SBY dan KH Ma'ruf Amin. Pada ciutan lainnya, Pasek juga menyarankan SBY agar tidak menanggapi hal-hal yang berkaitan di luar persidangan.

Persidangan yang dimaksud oleh Kader Partai Hanura itu ialah persidangan kasus dugaan penodaan dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digelar pada Selasa, 31 Januari 2017.

"Sebaiknya @SBYudhoyono menanggapi materi persidangan didalam persidangan saja. JPU bisa hadirkan Beliau. Uji disana siapa yang benar," tulis Pasek.

Selain itu, Pasek juga menyoroti klarifikasi resmi SBY yang digelar di Wisma Proklamasi, Rabu (1/2/2017) petang. Menurut Pasek, klarifikasi yang dilakukan mantan bosnya itu terlalu berlebihan.

"Yg isinya kejatuhan seorang Presiden krn urusan sadapan. Saya nilai ini sdh berlebihan. Aplgi lalu memohon agar @jokowi menjelaskan," tulis Pasek.

Sebagaimana diketahui, polemik terkait dugaan penyadapan berawal dari dinamika sidang kasus dugaan penodaal agama yang digelar di Auditorium Kementan, Selasa (31/1/2017).

Di dalam sidang itu, tim penasihat hukum Ahok bertanya kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin mengenai adanya pembicaraan antara Ma'ruf dan SBY pada 6 Oktober 2017, tepatnya pada sekitar pukul 10.16 yang berkaitan dengan fatwa MUI tentang penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Ma'ruf, setelah tiga kali ditanyai oleh tim penasihat hukum Ahok, membantah adanya pembicaraan SBY dan dirinya terkait fatwa itu.

Dinamika di persidangan itu serentak mendapat reaksi dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden ke-6 RI itu menilai apa yang menjadi polemik di persidangan telah merusak nama baiknya. Meskipun demikian, ayah Agus Harimurti Yudhoyono itu tak menampik bahwa dirinya pernah berkomunikasi dengan KH Ma'ruf Amin pada tanggal yang disebutkan Tim Kuasa Hukum Ahok di persidangan. (jitunews)

Sumber: http://www.panturapos.com/2017/02/kata-i-gede-pasek-pak-sby-berhentilah.html

Ini Jawaban Dibalik Foto Agus yang Bete

Friday, February 3, 2017

Antasari Bakal Ditunjuk Sebagai Jaksa Agung! Apakah Anda Setuju?

Antasari Azhar tinggal menanti saat untuk jadi kader PDI Perjuangan. Bahkan juga, bekas Ketua KPK itu marak diberitakan bakal diangkat sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Joko Widodo sesudah merapat ke partai berlambang banteng itu.

Tetapi menurut Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, Antasari bakal terganjal dengan statusnya sebagai mantan narapidana meskipun grasinya barusan dikabulkan Jokowi. Grasi definisinya yaitu dengan cara hukum orang yang mengajukannya mengakui bersalah.

Baca Lainnya:
Slank Gelar Konser, Bimbim : Para Slankers Harus Bersiap-Siap Beraksi Dukung Pak Ahok
Hasil Survey Terbaru, Basuki-Djarot Unggul Telak Diseluruh Wilayah Jakarta!
Rizieq Mau Ajukan Praperadilan, Tapi Kewalahan Karna Laporan Banyak Kali...
2 Tahun Jokowi, Jalan Trans Papua Terhubung Mencapai 3.851 Kilometer, #PapuaTersenyum
AHY Tidak Sadar Malah Sindir SBY, Kok Bisa?
Koplak! SBY Ejek Jokowi Habiskan APBN Buat Jalan Tol, Jokowi : Hambalang Triliunan Apaan?
Breaking News: Sylviana, Cawagub AHY Sudah Jadi Tersangka Korupsi Masjid Al Fauz
Antasari Azhar nilai Ahok yang layak pimpin Jakarta
Antasari Azhar: Jakarta Butuh Pemimpin Cerdas, Pilih Nomor Dua


" Saat ini statusnya bebas murni, (namun) mesti diingat grasi mengakui bersalah, " katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1).

Dengan kata lain, ada masalah etik yang menyusahkan Antasari untuk jadi Jaksa Agung. " Jadi memanglah tak ada larangan, namun bakal jadi pertanyaan moral untuk orang-orang. Bila untuk jadi pimpinan daerah serta anggota DPR, memanglah ada ketentuan mesti menanti dahulu lima th.. Bakal menimbulkan issu etik, " jelas legislator asal Jawa Tengah itu.

Meski demikian, dia menyatakan kalau posisi Jaksa Agung adalah hak presiden untuk memilihnya. " Yang namanya anggota kabinet itu hak prerogatif presiden, termasuk juga masalah jaksa agung. Bila ingin mengangkat Antasari yah itu hak presiden, namun kan di segi lain mesti diliat juga lantaran Antasarimengajukan grasi, " pungkas Arsul. (dna/jpg)

Sumber: http://www.islamnesia.com/2017/02/antasari-bakal-ditunjuk-sebagai-jaksa.html

Slank Gelar Konser, Bimbim : Para Slankers Harus Bersiap-Siap Beraksi Dukung Pak Ahok

Grup band Slank menggelar konser untuk menunjukkan dukung ke pasangan calon nomor 2, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Konser itu bertajuk #KonserGue2
Konser bernuansa kampanye itu akan diselenggarakan pada 4 Februari 2017 di Ex Driving Range Senayan, Jakarta Pusat, sejak pukul 13.00 WIB.

Penabuh drum Slank, Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimbim (50), mengatakan bahwa konser itu untuk mempersatukan para musisi dan relawan yang benar-benar mendukung pasangan petahana tersebut.


"Banyak sih musisi yang independen pada gatal mau dukung Ahok, ya sudah bikin konser tanggal 4 Februari (2017). Ini acaranya anak-anak Jakarta yang benar-benar ingin Ahok mimpin lagi," ujar Bimbim, Senin (30/1/2017) dilansir Kompas.com.

Bimbim mengatakan, ide konser ini lahir dari buah pikir gitaris Mohammad Ridwan Hafiedz atau Ridho dan penata artistik serta sutradara Jay Subiakto.

Mereka terinspirasi dari konser 'Salam Dua Jari' yang sukses digelar pada 5 Juli 2014 lalu untuk mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat Pilpres.

"Konser itu yang bikin Jay Subiakto sama Ridho," kata Bimbim.

Bahkan sebelum konser itu akan dihelat, kata Bimbim, Slank dan beberapa musisi Tanah Air yang ikut serta telah membuat sebuah lagu untuk Ahok-Djarot. Lagu itu berjudul "Gua 2".

"Ada lagu yang baru kami bikin judulnya 'Gua 2'. Kami nyanyiin ramai-ramai. Nanti mau di-upload di YouTube," ucapnya.

Menurut Bimbim, para musisi yang ikut serta dalam konser tersebut berangkat dari rasa kepedulian dan kata hati. Mereka tidak dibayar untuk ikut acara tersebut.

Kata Bimbim, mereka murni ingin memenangkan pasangan yang identik dengan baju kotak-kotak tersebut.

"Sebenarnya banyak musisi-musisi yang mulai bergerak sendiri-sendiri. Ya sudah, kami gabungin gimana kalau dibikin konser tanggal 4 Februari (2017). Kebetulan mereka kosong enggak ada job, Slank juga salah satunya," ucap dia.

Rekam jejak

Dihubungi terpisah, Jay mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam acara ini lantaran melihat rekam jejak Ahok-Djarot yang sudah mumpuni. Jakarta, kata Jay, butuh pemimpin seperti mereka.

"Memang saya sama Slank baru ikut seperti ini saat pilpres. Jadi buat saya dan Slank, ini sudah ada orang yang baik. Orang baik ini harus menularkan kebaikannya ke seluruh daerah, jadi pas Pilpres itu untuk mimpin Indonesia, sekarang untuk mimpin Jakarta," kata Jay.

"Jakarta kan selalu jadi barometer kota-kota di seluruh Indonesia. Karena mimpin Jakarta itu harus kerja nyata, tidak korupsi, jujur, dan semuanya dilakukan oleh para profesional. Ini yang kami mau, dan itu ada pada diri Ahok-Djarot, bukan di dua calon lainnya," lanjut dia.

Adapun poster tentang #KonserGue2 sudah diunggah Bimbim melalui media sosial miliknya.

Grup band Slank menggelar konser untuk menunjukkan dukung ke pasangan calon nomor 2, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Konser itu bertajuk #KonserGue2

Konser bernuansa kampanye itu akan diselenggarakan pada 4 Februari 2017 di Ex Driving Range Senayan, Jakarta Pusat, sejak pukul 13.00 WIB.

Penabuh drum Slank, Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimbim (50), mengatakan bahwa konser itu untuk mempersatukan para musisi dan relawan yang benar-benar mendukung pasangan petahana tersebut.

"Banyak sih musisi yang independen pada gatal mau dukung Ahok, ya sudah bikin konser tanggal 4 Februari (2017). Ini acaranya anak-anak Jakarta yang benar-benar ingin Ahok mimpin lagi," ujar Bimbim, Senin (30/1/2017) dilansir Kompas.com.

Bimbim mengatakan, ide konser ini lahir dari buah pikir gitaris Mohammad Ridwan Hafiedz atau Ridho dan penata artistik serta sutradara Jay Subiakto.

Mereka terinspirasi dari konser 'Salam Dua Jari' yang sukses digelar pada 5 Juli 2014 lalu untuk mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat Pilpres.

"Konser itu yang bikin Jay Subiakto sama Ridho," kata Bimbim.

Bahkan sebelum konser itu akan dihelat, kata Bimbim, Slank dan beberapa musisi Tanah Air yang ikut serta telah membuat sebuah lagu untuk Ahok-Djarot. Lagu itu berjudul "Gua 2".

"Ada lagu yang baru kami bikin judulnya 'Gua 2'. Kami nyanyiin ramai-ramai. Nanti mau di-upload di YouTube," ucapnya.

Menurut Bimbim, para musisi yang ikut serta dalam konser tersebut berangkat dari rasa kepedulian dan kata hati. Mereka tidak dibayar untuk ikut acara tersebut.

Kata Bimbim, mereka murni ingin memenangkan pasangan yang identik dengan baju kotak-kotak tersebut.

"Sebenarnya banyak musisi-musisi yang mulai bergerak sendiri-sendiri. Ya sudah, kami gabungin gimana kalau dibikin konser tanggal 4 Februari (2017). Kebetulan mereka kosong enggak ada job, Slank juga salah satunya," ucap dia.

Sederet nama yang tercantum adalah Once, Ello, Kikan, Tompi, Sandi Sondoro, Shanty, Krisdayanti, Dira Sugandi, PMR, Project Pop, Oppie Andaresta, Gita Gutawa, Marcello Tahitoe, Stephen Jam, Ernest Prakasa, Desta, Indy Barends, Ari Dagienkz, dan Zasttouw Al Ngatawi.

http://www.tribunnews.com/seleb/2017/02/02/slank-gelar-konsergue2-bimbim-banyak-musisi-independen-gatal-mau-dukung-ahok?page=2

Hasil Survey Terbaru, Basuki-Djarot Unggul Telak Diseluruh Wilayah Jakarta!

Jelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017, lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei yang digelar pada 17-24 Januari 2017. Hasilnya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot) unggul di semua wilayah dan kemenangan terbesar pasangan ini terletak di wilayah Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

"Semua daerah hampir merata, Ahok unggul. Jakarta Barat tinggi, saya kira ini basis Ahok. Dan Kepulauan Seribu, walau responden kami kecil di sana, tapi 50 persen responden memilih Ahok," jelas Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya dalam rilis hasil survei, Rabu (1/2).

Baca Lainnya:
Slank Gelar Konser, Bimbim : Para Slankers Harus Bersiap-Siap Beraksi Dukung Pak Ahok
Hasil Survey Terbaru, Basuki-Djarot Unggul Telak Diseluruh Wilayah Jakarta!
Rizieq Mau Ajukan Praperadilan, Tapi Kewalahan Karna Laporan Banyak Kali...
2 Tahun Jokowi, Jalan Trans Papua Terhubung Mencapai 3.851 Kilometer, #PapuaTersenyum
AHY Tidak Sadar Malah Sindir SBY, Kok Bisa?
Koplak! SBY Ejek Jokowi Habiskan APBN Buat Jalan Tol, Jokowi : Hambalang Triliunan Apaan?
Breaking News: Sylviana, Cawagub AHY Sudah Jadi Tersangka Korupsi Masjid Al Fauz
Antasari Azhar nilai Ahok yang layak pimpin Jakarta
Antasari Azhar: Jakarta Butuh Pemimpin Cerdas, Pilih Nomor Dua


Survei bertajuk "Peta Elektoral Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Jelang Pencoblosan" ini memiliki sampel sebanyak 767 responden yang tersebar di lima wilayah kota administrasi (Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur) dan satu kepulauan yakni Kepulauan Seribu.

Untuk tren elektabilitas, Yunarto mengatakan, bila dibandingkan dengan survei pada November 2016, pasangan calon Agus-Sylvi mengalami penurunan tajam (29,5 persen menjadi 25,9 persen), Ahok-Djarot meningkat tajam (28,9 persen menjadi 36,8 persen), dan Anies-Sandi stagnan (26,7 persen menjadi 27 persen).

"Kami lihat, undecided voters mengalami penurunan, dari 14,9 persen menjadi 10,3 persen. Makin dekat pemilihan undecided voters menurun," tambah Yunarto.

Berdasarkan survei, ia melanjutkan, sebanyak 199 responden memilih pasangan caon nomor satu karena tegas, program kerjanya, dan ganteng. Sebanyak 282 responden memilih Ahok-Djarot mayoritas karena kinerja yang bagus dan tegas. Sedangkan, Anies-Sandi dipilih oleh 207 responden karena baik, program kerja menarik dan pintar.

Sementara itu, debat berpengaruh besar terhadap elektabilitas pasangan calon. Menurut Yunarto, debat dan elektabilitas memiliki korelasi yang linear.

"Pengaruh cukup besar dari pandangan masyarakat Jakarta terhadap kemampuan pasanga calon (lewat debat), (debat) berpengaruh pada pilihan mereka," katanya.

Secara keseluruhan, pasangan calon Ahok-Djarot unggul dalam debat kedua pada 13 Januari (40,5 persen) disusul Anies-Sandi (25,2 persen) dan Agus-Sylvi (24,3 persen).

"Pasangan yang paling baik dalam visi misi dan program kerja (adalah) Ahok, yang paling baik memberikan solusi juga Ahok," tambah Yunarto.  [src/cnnindonesia]

Sumber: http://www.lensaberita.net/2017/02/hasil-survey-terbaru-basuki-djarot.html

Rizieq Mau Ajukan Praperadilan, Tapi Kewalahan Karna Laporan Banyak Kali...

Habib Rizieq bakal mengajukan praperadilan terkait status tersangka yang ditetapkan Polda Jabar, Senin (31/1).

Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik terhadap Presiden pertama RI Soekarno.


Namun Tim Advokat FPI mengungkapkan pihaknya untuk mengajukan praperadilan perlu mempersiapkan dengan matang mengingat banyaknya laporan kasus atas Habib Rizieq.

“Kami masih mengumpulkan berkas, nggak mau buru-buru. Tambahan lagi masih banyak kriminalisasi yang ditujukan ke Habib salah satunya pemeriksaan di Polda Metro terkait makar,” ujar Slamet, Selasa (31/1).

Menurutnya proses ini jelas merupakan kriminalisasi terhadap sejumlah ulama. Sebab selain Habib Rizieq sejumlah ulama lain seperti Bachtiar Nasir juga dipolisikan.

“Kami tak akan diam, kami akan laporkan balik. Habib Rizieq Pancasilais, tesisnya pun sangat memuji Pancasila tapi kok dikriminalisasi. FPI akan bongkar kriminalisasi ini,” jelas Slamet.

Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154 a KUHP tentang penodaan terhadap lambang negara dan Pasal 320 KUHP tentang pencemaran terhadap orang yang sudah meninggal. [src/pojoksatu.id]

Sumber: http://www.lensaberita.net/2017/01/rizieq-mau-ajukan-praperadilan-tapi.html

2 Tahun Jokowi, Jalan Trans Papua Terhubung Mencapai 3.851 Kilometer, #PapuaTersenyum

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut panjang jalan Trans Papua yang telah tersambung pada tahun 2016 telah mencapai 3.851 kilometer. Dari data Kementerian PUPR, angka tersebut terdiri dari jalan yang tembus di provinsi Papua sepanjang 2.792 kilometer serta Papua Barat sepanjang 1.058 kilometer.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan angka realisasi ini sejalan dengan target konektivitas Papua. Sebelumnya, pemerintah menetapkan target 4330 kilometer jalan Trans Papua tersambung pada tahun 2018.


"Masih bisa terkejar Trans Papua," kata Basuki usai acara seminar transortasi di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (26/1).

Basuki menyatakan, pada tahun ini jalan Trans Papua yang bisa tersambung bisa mencapai 3.963 kilometer. Ini berarti sisa panjang jalan yang belum tersambung pada tahun 2018 nanti hanya mencapai 366 kilometer.

Menurut Basuki, salah satu ruas yang diprioritaskan untuk dibangun tahun ini adalah rute Wamena - Habema - Kenyam - Mamugu. "Semua kita kerjakan tapi prioritas Wamena sampai Mamugu," katanya.

Sebelumnya pada pertengahan 2016 lalu, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan saat itu Danis Sumadilaga mengatakan jalan Trans Papua yang tersambung telah mencapai 3.667 kilometer. Angka ini berarti setara dengan 85 persen keseluruhan panjang ruas yang menjadi target pada tahun 2018.

"Jadi nanti jalan itu bisa tembus hingga Pegunungan Mulia," kata Danis saat itu kepada Katadata.

Danis hanya menyebut kondisi alam wilayah pedalaman yang didominasi pegunungan dan hutan merupakan tantangan utama penyelesaian proyek ini. Namun hal tersebut tidak mengurangi target PUPR untuk menyelesaian proyek ini pada 2018.

Proyek pembangunan Tans Papua yang terdiri dari 12 paket dengan kebutuhan dananya mencapai Rp 40 triliun. Pemerintah berharap dengan adanya Trans Papua akan bisa menurunkan harga komoditas di Papua yang selama ini lebih tinggi dari daerah lain. [src/katadata]

Sumber: http://www.lensaberita.net/2017/01/2-tahun-jokowi-jalan-trans-papua.html

Koplak! SBY Ejek Jokowi Habiskan APBN Buat Jalan Tol, Jokowi : Hambalang Triliunan Apaan?

Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo bambang Yudhoyono (SBY) menyebut pemerintahan Jokowi untuk tidak menghamburkan banyak anggaran. Diketahui Presiden Joko Widodo bersama Kabinet Kerja banyak menghabiskan anggaran untuk membangun infratrusktur di tengah kondisi ekonomi tanah air yang lesu. Tak ingin kalah, Jokowi pun memilih untuk menyambangi Hambalang yang merupakan mega proyek gagal pemerintah SBY.

Kritikan SBY itu sendiri diucapkannya saat melakukan Tour de Java di Pati, Rabu (16/3) lalu.

"Yang mengerti ekonomi, kalau pajak dikuras habis ekonomi justu tidak tumbuh. Yang penting yang wajib pajak jangan mangkir. Jangan digenjot habis-habisan apalagi saat kondisi ekonomi sedang sulit, maka perusahaan bisa bangkrut dan yang susah makin susah. Ekonomi sedang lesu, maka pajak harus pas," ujar SBY.

"Saya mengerti, bahwa kita butuh membangun infrastruktur. Dermaga, jalan, saya juga setuju. Tapi kalau pengeluaran sebanyak-banyaknya dari mana? Ya dari pajak sebanyak-banyaknya. Padahal ekonomi sedang lesu," tambah ketua umum Partai Demokrat tersebut dia.

SBY juga menyarankan agar Jokowi untuk mengurangi belanja infrastruktur dan juga menundanya untuk dikerjakan di tahun mendatang.

"Kalau ekonomi sedang lesu, dikurangi saja pengeluarannya. Bisa kita tunda tahun depannya lagi, enggak ada keharusan harus selesai tahun ini. Indonesia ada selamanya. Sehingga jika ekonomi lesu, tidak lagi bertambah kesulitannya. Itu politik ekonomi," ujar dia.

Jokowi pun terpancing untuk membalas aksi kritikan SBY tersebut. Presiden yang baru saja menjadi kakek dengan dianugerahi cucu laki-laki itu pun tiba-tiba memilih untuk mengunjungi Hambalang yang didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Jumat (18/3).

Selain mangkrak dan tidak tuntas dibangun, mega proyek Hambalang yang semula direncanakan sebagai wisma atlet tersebut pun memakan banyak korban politisi Demokrat yang ditangkap KPK lantaran korupsi. Kabarnya korupsi di Hambalang juga melintasi pangeran Cikeas, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Jokowi melakukan hiperbola atas proyek tersebut dengan mengaku bahwa dirinya sedih saat meninjau Hambalang. Jokowi mengaku sedih karena proyek tersebut kini ibarat rumah tua yang tak berpenghuni. Padahal untuk membangunnya negara telah menggelontorkan dana yang tidaklah sedikit. Kondisi proyek pusat kegiatan olahraga Hambalang mangkrak.

Jokowi pun memilih sarana media sosial untuk mengungkapkan kesedihannya terhadap Hambalang untuk kali pertama melalui akun Twitternya @Jokowi, Jumat pukul 13.31 WIB.

"Sedih melihat aset Negara di proyek Hambalang mangkrak. Penuh alang-alang. Harus diselamatkan," kicau Jokowi.

Barulah kepada awak media yang ikut blusukan bersamanya ke Hambalang, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah merasa perlu untuk menyelamatkan proyek tersebut sebagai aset negara.

"Yang paling penting penyelamatan aset Negara. Kuncinya di situ dan arahnya akan ke sana. Apapun ini menghabiskan anggaran triliunan," ujar Jokowi.

Artinya tepat dua hari selang SBY melontarkan peluru kritikannya kepada pemerintah, Jokowi langsung membalas kontan dengan mengunjungi proyek proyek garapan yang dibangun eranya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jokowi membawa serta Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimujono.

Pemerintah mempertimbangkan penyelamatan aset melalui berbagai cara. Alternatif penyelamatan di antaranya, meneruskan pembangunan hingga selesai, diubah menjadi Pelatnas atau rumah susun sewa.

Dua pekan mendatang, Jokowi merencanakan mengadakan rapat terbatas untuk membahas nasib penyelamatan aset wisma atlet tersebut.

Dia meminta Balitbang Kementerian PU PR untuk meneliti terlebih dahulu, apakah area itu mungkin dilanjutkan kembali pembangunannya. Sebab, informasi yang didapat, tanah area itu labil sehingga tidak cocok dibangun. (jitunews)

Sumber: http://www.ahokerja.com/2017/01/koplak-sby-ejek-jokowi-habiskan-apbn.html

Breaking News: Sylviana, Cawagub AHY Sudah Jadi Tersangka Korupsi Masjid Al Fauz

Bareskrim Polri telah menemukan adanya tindak pidana korupsi dalam pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Karenanya, Bareskrim pun telah menaikkan penyelidikan masjid yang dibangun era Sylviana Murni menjadi wali kota Jakpus itu ke tahap penyidikan.

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz telah berjalan sekitar sebulan. Sedangkan penyidikannya sudah dimulai sejak pekan lalu.


“Kasus mesjid sudah tahap penyidikan,” kata Kasubdi I Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Adi Deriyan Jayamarta saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/1).

Mantan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menambahkan, pihaknya telah mengantongi dua alat bukti dalam kasus itu. Karenanya, Bareskrim langsung menaikkan penyelidikan korupsi pembangunan masjid yang dibangun dengan APBD DKI 2010 itu ke tahap penyidikan.

“Pastinya didukung dengan dua alat bukti bahwa diduga ada tindak pidana, semua itu ada mekanismenya,” timpal dia.

Menurut sumber dengan dinaikkannya status korupsi dana pembangun masjid dari penyelidikan ke penyidikan, maka sebenarnya Sylviana sudah menjadi tersangka korupsi masjid saat ia menjadi Wali Kota Jakarta Pusat. Sylviana tersangka bersama satu orang dengan inisial RA yang menjadi kasir Sylviana.

Baik Sylviana, RA dan Saefullah (Sekda saat ini yang terkesan membela Sylviana) sebenarnya orang-orang dekat gubernur DKI Jakarta sebelumnya: Fauzi Bowo dari Partai Demokrat. Makanya, masjid yang dananya dikorupsi oleh Sylviana dan gerombolannya diberi nama al-Fauz yang berasal dari nama Fauzi Bowo.

Dan pengumuman tersangka Sylviana Murni, Cawagub AHY terkait korupsi masjid hanyalah soal waktu. (jpnn.com)

Sumber: http://www.ahokerja.com/2017/01/breaking-news-sylviana-cawagub-ahy.html

Antasari Azhar nilai Ahok yang layak pimpin Jakarta

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mendapatkan dukungan dari mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar. Alasannya, karena mantan Bupati Belitung Timur itu dianggap pantas untuk memimpin Pemprov DKI Jakarta.

Antasari mengatakan, Jakarta membutuhkan pemimpin yang pikirannya cerdas dengan tangan yang gesit. Karakteristik tersebut didapatkannya dengan pengalaman tinggal di ibukota selama 10 tahun.


"Jakarta itu perlu pemimpin pikiran yg cerdas, tangan yg gesit, nah itu ada di calon nomor dua," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Dia mengungkapkan, dukungan tersebut bukan sembarang asal memberikan dukungan. Sebab mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan ini mengungkapkan, dari tiga pasangan calon, Basuki atau akrab disapa Ahok itu yang pantas memimpin Jakarta.

"Saya dukung yang betul-betul pantas jadi gubernur, saya lihat itu ada di nomor dua dan mudah-mudahan," tutur Antasari.

Pada kesempatan berbeda, Ahok tidak terlalu banyak berbicara mengenai adanya dukungan dari Antasari tersebut. Dia mengatakan, dukungan tersebut diberikan lantaran mereka berdua memiliki kampung halaman yang sama.

"Sama-sama orang Belitung," tutup Ahok.

Sumber: http://www.ahokerja.com/2017/01/antasari-azhar-nilai-ahok-yang-layak.html